Submit your 
content Every Day to 25 social 
bookmarking sites, all on unique 
C class IPs... FREE.

Mitos Dan Fakta Seputar Air Putih

Posted on | Senin, 28 Februari 2011 | No Comments

Mitos dan Fakta Seputar Air
Untuk mendukung KIDNEY HEALTH AUSTRALIA DRINKING WATER POLICY (2003), dua ahli ginjal melakukan penelitian untuk meluruskan mitos-mitos mengenai air. Drs Stanley Goldfarb dan Dan Negoianu dari The Renal, Electrolyte and Hypertension Division dari Pennsylvania University, Philadelphia mengadakan review beberapa studi klinis yang sudah dipublikasikan dari keuntungan meminum banyak air putih setiap hari dan menemukan bahwa tidak banyak bukti yang mendukung teori ini. Mereka tidak menemukan alasan rasional dari kepercayaan yang sudah tersebar mengenai pentingnya minum 8 gelas sehari, dan tidak pasti dari mana rekomendasi ini ada.



Studi ilmiah ini akan dipublikasikan pada bulan Juni 2008 – Journal of the American Society of Nephrology- dan mungkin menyingkirkan banyaknya mitos mengenai air. Apakah orang sakit karena mereka kurang minum, atau apakah mereka kurang minum karena mereka sakit? Hanya dengan uji coba random yang besar dan mahal yang dapat memastikan pertanyaan ini. Mengingat bahwa air tidak dapat dipatentkan, penelitian semacam itu tidak dapat dilakukan.
Sudah diketahui secara luas bahwa manusia tidak dapat hidup beberapa hari tanpa minum. Goldfard & Negoianu setuju bahwa beberapa orang, seperti atlit, anak-anak, orang lanjut usia, atau orang yang hidup di daerah sangat panas mungkin memerlukan cairan lebih banyak untuk menjaga tubuh dari dehidrasi. Tapi bagi orang pada umumnya, tidak ada bukti nyata yang menyebutkan minum 8 gelas sehari menyehatkan.


Walaupun Dr Goldfarb & Dr. Negoianu berharap bahwa mereka dapat menghilangkan mitos yang beredar di internet mengenai jumlah asupan air, mereka juga mengakui bahwa tidak ada bukti nyata bahwa hal tersebut tidaklah menguntungkan. Bahkan, terdapat kekurangan bukti secara umum.
Sebagai Nephrologist, Dr Goldfarb tertarik bagaimana ginjal menangani cairan, yang membuat dia dan Dr Negoianu untuk mereview literatur ilmiah mengenai keuntungan minum air. Kesimpulan mereka mematahkan 4 mitos sebagai berikut :


MITOS 1 – Minum banyak air mengurangi nafsu makan

Dr Goldfarb mengatakan, walaupun tidak ada bukti konsisten bahwa air menekan rasa lapar banyak orang minum air sebelum dan ketika makan dalam rangka mencoba menahan rasa lapar mereka. Karena air dapat diserap dengan sangat cepat dan bergerak di GI tract sangat cepat juga, maka air tidak akan membuat anda kenyang seperti yang disebutkan oleh orang – orang, tidak juga melepaskan hormon penahan nafsu – makan seperti yang kita ketahui.
Walaupun demikian, mereka berpendapat bahwa data mengenai nafsu-makan dan thermogenesis menarik, tapi kurang lengkap untuk mengklarifikasi peran asupan air untuk menurunkan epidemis obesitas. Ada beberapa isu untuk diuji, tapi penelitian lebih dalam pada area ini dapat menjadi bukti pencerahan yang dapt merubah hal-hal yang menyangkut obesitas seperti asupan kalori dan berat badan.


MITOS 2 – Minum banyak air mengeluarkan racun dari tubuh dan memperbaiki fungsi ginjal

Lagi-lagi tidak ada bukti klinis untuk mendukung pernyataan ini. Goldfard melaporkan bahwa bukan inilah cara kerja Ginjal. Ketika anda minum banyak air maka akan ada penambahan volume urine tetapi belum tentu meningkatkan pengeluaran zat – zat yang merupakan bagian dari urine. Sodium dan urea mungkin dikeluarkan tetapi tidak ada benefit klinis mengenai hal ini. Beberapa bahkan menyatakan bahwa asupan air akan menguntungkan fungsi organ. Meskipun demikian tidak ada studi yang sudah didokumentasikan mengenai keuntungan ini juga.


MITOS 3 – Minum air putih mengurangi sakit kepala.

Tidak benar, menurut bukti yang ada. Hanya satu studi yang ditemukan untuk mendukung pernyataan ini dan hasil dari studi tersebut kurang menyebutkan bukti-bukti statistik.


MITOS 4 – Minum air putih memperbaiki kulit Anda.

Tidak ada data ilmiah yang membetulkan bahwa minum air benar-benar memperbaiki kandungan air dalam kulit. Walaupun ada bukti bahwa dehidrasi mempengaruhi kulit, tapi tidak ada data yang membuktikan hal ini memperbaiki kulit.
Dr Goldfarb & Dr Negoianu menemukan bukti solid bahwa orang yang hidup di iklim panas, kering, juga seperti atlit, mempunyai kebutuhan lebih banyak akan air dan orang dengan penyakit tertentu seperti batu ginjal butuh mengkonsumsi air lebih banyak รข€“ tapi tidak ada data tersedia untuk orang pada rata-rata, individu yang sehat.
Ada beberapa situasi dimana minum air bisa menjadi tidak sehat
Minum berlebihan bagi pelari jarak jauh berbahaya dibandingkan kurang minum, apalagi ketika lomba. Dr Goldfarb juga menemukan kasus dimana wanita yang mengalami pembengkakan kelenjar otak meninggal ketika ia minum air berkesinambungan dan sangat cepat dalam waktu beberapa menit sebagai bagian dari suatu kontes.


Baca Juga : 
Memantau Penyakit Lewat Warna Urine 
Mengatasi Bau Mulut
Mengatasi Masalah Jerawat


Sumber

Anda sedang membaca artikel tentang Mitos Dan Fakta Seputar Air Putih dan anda bisa menemukan artikel Mitos Dan Fakta Seputar Air Putih ini dengan url http://kesehatanharian.blogspot.com/2011/02/mitos-dan-fakta-seputar-air-putih.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Mitos Dan Fakta Seputar Air Putih ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Mitos Dan Fakta Seputar Air Putih sebagai sumbernya.

Comments

Leave a Reply

Sahabat-Sabata di tunggu comentnya lho !

Entri Populer

DechaCare.com, Situs Pelayanan Kesehatan
Informasi Obat, Informasi Kesehatan, Forum Kesehatan, Kalender Kesehatan, Humor Kesehatan, Situs Pelayanan Kesehatan
Holiday Calendar

Pengikut